Pep Guardiola Bukan Seorang Genius

0
Pep Guardiola Bukan Seorang Genius

Pep Guardiola Bukan Seorang Genius

Pep Guardiola Bukan Seorang Genius  РManchester City telah berhasil mempertahankan gelar juara Liga Inggris sebanyak empat kali berturut-turut. Namun, manajer mereka, Pep Guardiola menolak untuk disebut sebagai seorang genius.

Kemenangan 3-1 atas West Ham United di pekan terakhir Liga Inggris musim 2023/2024 memastikan gelar juara bagi The Citizens. Dengan hasil ini, mereka mengumpulkan total 91 poin dari 38 pertandingan, unggul dua poin dari Arsenal yang menempati posisi kedua dengan 89 poin.

4 Musim Berturut-Turut

Prestasi yang diraih oleh Pep Guardiola pun mencatatkan rekor baru. Ia menjadi manajer pertama di Liga Inggris yang berhasil membawa Manchester City meraih gelar MPO08  juara sebanyak empat musim secara beruntun, melampaui capaian Sir Alex Ferguson di Manchester United yang hanya berhasil juara tiga kali berturut-turut. Guardiola juga berhasil mengatasi persaingan ketat dari manajer-manajer seperti Juergen Klopp dan Mikel Arteta dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, hal yang menarik adalah sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Pep Guardiola. Meskipun mencatatkan prestasi yang luar biasa, ia menolak untuk dijuluki sebagai seorang genius.

Bukan Pelatih Jenius

“Jika kami menang dengan selisih poin 20, mungkin saya akan berpikir bahwa saya adalah seorang jenius. Tetapi, kenyataannya tidak begitu,” tegas Guardiola seperti yang dilaporkan oleh Mirror sebelum pertandingan melawan West Ham.

“Iya, kami berhasil memenangkan gelar-gelar sebelumnya dengan selisih poin yang tipis dari Liverpool dan Arsenal,” tambahnya.

Guardiola juga menyoroti kerja keras yang dilakukan oleh seluruh tim selama musim ini. Setiap orang di setiap departemen telah memberikan kontribusi maksimalnya.

Pep Guardiola juga mengungkapkan bahwa setelah meraih treble winners musim sebelumnya, ia tidak pernah membayangkan bahwa City akan berhasil meraih gelar juara Liga Inggris lagi. Namun, momentum tim terus berlanjut dan akhirnya mereka berhasil mencapai tujuannya.

“Setelah meraih treble, kami tidak pernah berpikir untuk menjadi juara lagi. Namun, musim berjalan, momentum datang, dan akhirnya semuanya berada di tangan kami untuk mewujudkannya,” tutup pria asal Spanyol tersebut.

Sebelum di Liverpool

Sebelum menangani Liverpool, Pep Guardiola telah membangun reputasi sebagai salah satu manajer terbaik dalam sejarah sepak bola. Lahir pada 18 Januari 1971 di Santpedor, Spanyol, Guardiola memulai karirnya sebagai pemain di FC Barcelona. Sebagai seorang gelandang yang cerdas dan teknis, Guardiola menjadi bagian integral dari tim Barcelona yang meraih berbagai gelar domestik dan Eropa.

Namun, karir Guardiola sebagai manajer yang benar-benar mengesankan dimulai ketika ia ditunjuk sebagai manajer Barcelona pada 2008. Di sana, ia mencapai kesuksesan luar biasa dengan memimpin Barcelona meraih 14 gelar dalam empat tahun, termasuk tiga gelar Liga Champions UEFA. Gaya permainan yang indah dan dominasi yang luar biasa di lapangan membuat Barcelona di bawah kepemimpinan Guardiola dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa.

Setelah meninggalkan Barcelona pada 2012, Guardiola pindah ke Bayern Munich di Bundesliga Jerman. Di sana, ia juga meraih sukses besar, memenangkan tiga gelar Bundesliga secara berturut-turut dan mencapai semifinal Liga Champions UEFA dalam tiga musim berturut-turut.

Pada 2016, Guardiola bergabung dengan Manchester City di Liga Premier Inggris. Di Etihad Stadium, ia membangun kembali tim City menjadi kekuatan dominan di Inggris, meraih sejumlah gelar Liga Premier, Piala FA, dan Piala Liga.

Sebelum bergabung dengan Liverpool, karir Guardiola sudah cemerlang dengan koleksi gelar MPO08 yang mengesankan dan warisan permainan yang indah yang telah ia ciptakan di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *