PFA Usulkan Israel Dikeluarkan dari Keanggotaan

0

PFA Usulkan Israel Dikeluarkan dari Keanggotaan, FIFA Gelar  Rapat Darurat 

PFA Usulkan Israel Dikeluarkan dari Keanggotaan, FIFA Gelar Rapat Darurat – Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengajukan proposal kepada FIFA untuk mengusulkan Israel dikeluarkan dari keanggotaan FIFA. Hal ini dikarenakan Israel telah melanggar Undang-undang FIFA dengan perangnya di Gaza. 

Proposal yang sudah diajukan sejak Maret lalu ternyata telah didukung oleh negara-negara Asia, seperti Irak, Aljazair, Jordania, Suriah, dan Yaman. Dengan adanya proposal ini, FIFA akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas penangguhan Israel dari sepak bola MPOID Internasional. Keputusan akan diumumkan pada tanggal 25 Juli nanti. 

Rencana rapat darurat ini, disampaikan oleh presiden FIFA, Gianni Infantino pada kongres tahunan di Bangkok, Thailand. Pada kongres tersebut, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan ahli hukum untuk melakukan analisis terhadap tuntutan yang dilayangkan oleh PFA Palestina. 

Pada kongres tersebut, ia mengatakan bahwa sepak bola tidak boleh dan tidak pernah boleh menjadi sandera politik. Sepak bola harus selalu menjadi vektor perdamaian, sumber harapan, kekuatan kebaikan, dan menyatukan orang-orang daripada memecah belah. 

Ia juga mengatakan bahwa penilaian hukum akan sangat berguna untuk menganalisis dan memastikan undang-undang FIFA diterapkan dengan cara yang benar. Nantinya, keputusan akan diambil dalam pertemuan dewan luar biasa yang akan berlangsung sebelum 20 Juli. 

Tindakan FIFA ke Israel Berbeda 

Presiden PFA Palestina, Jibril Rajoub mengatakan bahwa FIFA tidak boleh lagi menutup mata terhadap apa yang terjadi di Palestina. Ia pun menggarisbawahi bahwa FIFA tidak cepat tanggap dalam mengatasi masalah ini. Berbeda ketika Rusia melakukan serangan ke Ukraina. Di mana saat itu Rusia langsung ditangguhkan dari kompetisi Internasional. 

Presiden PFA Palestina berbicara di depan 211 anggota MPOID federasi yang isinya kurang lebih mempertanyakan apakah FIFA menganggap beberapa perang lebih penting dari yang lain? Berapa banyak lagi yang harus diderita oleh keluarga pemain sepak bola Palestina agar FIFA bisa segera bertindak?

PFA Palestina mengatakan bahwa akibat serangan Israel, keluarga sepak bola Palestina mengalami penderitaan. Ia sangat berharap bahwa penderitaan tersebut tidak lagi bertambah. 

“Saya meminta Presiden FIFA berdiri pada sisi kanan sejarah. Penderitaan jutaan orang, termasuk para pesepakbola layak mendapat perhatian lebih. Jika tidak sekarang, lalu kapan? Tuan Presiden, keputusan berada di tangan Anda,” tambah Rajoub. 

Sebenarnya PFA sendiri menginginkan pemungutan suara dalam kongres tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan sanksi yang tepat dengan efek langsung kepada tim Israel. 

Menurut kementerian kesehatan Gaza, sejak tanggal 7 Oktober 2023 lalu lebih daro 35.000 warga Palestina tewas. Di mana setidaknya ada 193 pesepak bola termasuk di dalamnya. Di samping itu, semua infrastruktur di Gaya pun telah hancur, termasuk stadion bersejarah Al Yarmouk. 

Dalam kongres yang diadakan di Thailand tersebut, Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Shino Moshe Zuarez merasa dirugikan dengan upaya politik yang dilakukan oleh Palestina. 

Tentunya proposal yang dilayangkan oleh PFA Palestina ini perlu mendapat perhatian lebih. Apalagi jika dibandingkan dengan invasi Rusia ke Ukraina, nyatanya belum ada tindakan tegas dari FIFA. Padahal ada banyak yang menjadi korban. Pun ada banyak pesepakbola yang tewas. 

Rencananya, pembahasan terkait keanggotaan Israel akan digelar pada konferensi tahunan minggu ini di Thailand. Adapun keputusan akan ditentukan pada rapat darurat di bulan Juli. Keputusan ini secara tidak langsung akan menilai bagaimana sikap FIFA MPOID  terhadap Palestina. Apakah bisa setegas ketika menangguhkan Rusia? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *